Pada bulan Februari 2011 beberapa angota Koskas (Novri, Aldi, Begenk dan Sukma) ingin mengadakan kegiatan pendakian ke Gunung Gede, awalnya sedikit ragu untuk memulai kembali kegiatan pendakian yang sudah saya tinggalkan selama 10 tahun lebih mengingat peralatan pendakian pribadi sudah tak tau di mana rimbanya. Perlahan lahan panggilan dari Alam terbuka yang selalu menawarkan ketenangan, kedamaian, kesejukan, kesunyian dan keindahannya pun semakin jelas terdengar akhirnya saya memutuskan untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Praktis hanya daypack satu satunya peralatan mendaki yang saya punya pada saat itu, Novri menjanjikan akan meminjamkan sleeping bag dan matras dari kawannya untuk saya, karena teman2 yang lain sudah membawa tenda dan peralatan masak akhirnya saya memutuskan hanya akan membeli sepatu karena dari semua sepatu yang saya miliki saat itu tidak ada yang cocok satupun untuk melakukan kegiatan pendakian.
Tanggal 30 Juni 2011 adalah tanggal yang telah di tetapkan untuk melaksanakan kegiatan pendakian, sebagai orang yang selalu mengutamakan keselamatan 2 minggu sebelumnya saya terus memastikan sleeping bag dan matras yang telah di janjikan beserta kepastian tenda yang akan di bawa dan Novri selalu menjawab dengan kata kata "Aman bro".
Pada tanggal yang telah di tetapkan berkumpullah kami di Terminal Depok setelah menunggu hampir 4 Jam Novri akhirnya menunjukan batang hidungnya sambil cengengesan, untuk terakhir kalinya saya tanya mengenai sleeping bag dan matras tersebut, dengan santainya dia jawab "udah nanti sewa aja di cibodas sleeping bag dan matrasnya lagi di pinjem telat gw ngambilnya". WTF mendengar kata2 itu sebenernya dah mau mengurungkan niat untuk melanjutkan perjalanan tetapi setelah di yakinkan oleh teman teman yang lain akhirnya perjalanan dilanjutkan.
Dari awal keberangkatan saya dah menyadari minimnya peralatan yang di bawa dan persiapan yang dilakukan mengingat sudah 10 tahun lebih badan ini tidak merasakan hawa dinginnya malam di gunung tapi semua itu tertutup keinginan besar untuk menapakan kembali kaki ini ke alam terbuka, sekitar jam 5 sore kami menaiki bis menuju Cibodas
Di tengah perjalanan baru tersadar jika ternyata kami di daftarkan untuk mendaki lewat Gunung Putri, karena hari sudah malam dan tidak ada orang yang bisa di tanya mengenai penyewaan alat2 pendakian di gunung putri akhirnya dengan berat hati langsung ke pintu masuk untuk daftar ulang, sekitar jam 10 malam sampai di pos gunung putri petugas yang sedang berjaga awalnya melarang kami untuk mendaki tapi setelah negosiasi dan mengetahui kami semua pernah minimal sekali mendaki Gunung Gede ini akhirnya kami di izinkan. Sebenarnya agak walnya sedikit kaget dengan peraturan mendaki di Gunung Gede yang baru ini karena seingat saya 10 tahun lalu tidaklah terlalu susah untuk mendapatkan izin mendaki.
Setelah melewati beberapa ladang penduduk akhirnya kami mulai memasuki hutan jalur Gunung Putri tidak seperti jalur Cibodas yang sangat jelas, di pertengahan jalan kami sempat bimbang sedang dalam jalur pendakian apa jalur ladang petani akhirnya saya bilang "liat aja di jalan selagi banyak sampah makanan ringan berarti kita masih di jalur pendakian" ntah mengapa para pendaki gemar sekali membuang sampah sembarangan, selalu teriak tentang sampah di forum2 atau pertemuan2 kenyataannya masih banyak sampah tergeletak di Gunung gunung.
Tidak beberapa lama kemudian kami tiba di Pos Buntut Lutung karena sudah kelaparan akhirnya di putuskan untum memasak beberpa mie instan dan istirahat agak lama.
Selesai makan perjalanan di lanjutkan sekitar 1 atau 2 jam berjalan karena beberapa angotta termasuk saya sudah merasa kelelahan akhirnya kami menemukan tempat yang bisa untuk membuka 2 tenda di tengah jalan, ketika tenda selesai didirikan saya langsung bilang "tenda apaan yang elo bawa pri tenda anak TK" sontak kawan2 yang lain langsung terbahak2, dalam hati "anjir gw harus tidur di gunung pake tenda itu kayak apa dinginnya yah" tapi ya sudah lah toh saya bawa jaket dan beberapa kaus kaki kering ya nikmatin aja. Tenda yang di bawa 2 buah satu berukuran 3 orang dan satu untuk 2 orang jadi pas untuk kami berlima permasalahannya tenda tersebut dua duanya tidak ada covernya hanya bahan anti air di kasih frame. Setelah membongkar daypack ternyata jaket ketinggalan "OMG" hanya satu stell raincoat yang terbawa plus beberpa baju ganti, setelah makan dan ngobrol sambil ngopi persiapan tidur pun di mulai, base layer plus baju kering 2 lapis di tambah raincoat lumayan menghangatkan badan, untuk kaki 2 pasang kaus kaki kering plus kaki di masukin ke daypack lumayan menghalangi dingin menembus jari2 kaki tanpa matras dengan badan yang lelah tidurpun nyenyak dengan kondisi seperti itu.
Sekitar jam 10 siang selesai makan dan membereskan tenda kami melanjutkan perjalanan menuju ke Surya Kencana, dari 5 orang anggota hanya Begenk yang masih aktif mendaki Gunung kami pun langsung terkapar di setibanya di Surya Kencana menjelang sore hari.
Ketika sedang mencari tempat yang enak untuk mendirikan tenda tiba2 kami di panggil oleh seorang Anggota TNI yang sedang tugas agar membuka tenda di sebelah tenda dia "untuk menemani malam ini" katanya. Sebenarnya saya menolak karena tempat tersebut sangat terbuka dan pastinya akan sangat2 dingin di malam hari karena angin akan sangat sangat leluasa menari2 diatas tenda, tapi karena yang lain mengiyakan dan tempat tersebut sangat dekat dengan sumber air ya terpaksa......... Sebelum Matahari menghilang tenda yang seadanya itu saya lapisi dengan spanduk dengan harapan akan mengurangi sedikit hawa dingin masuk ke dalam tenda.
Persiapan tidur seperti malam sebelumnya base layer di tambah 2 lapis baju kering plus raincoat untuk menghangatkan badan, 2 lapis kaos kaki plus memasukan kaki ke dalam daypack untuk menghangatkan kaki ternyata tidak mampu menahan dinginnya Surya Kencana malam itu, badanpun menggigil hebat, Aldi yang satu tenda dengan saya dan yang satu satunya yang membawa badcover akhirnya meminjamkan matras untuk saya tidur guna meminimalisir hawa dingin. Malam itu tanpa sleeping bag suasana di Surya Kencana sangat sangat tidak bersahabat hampir setiap 30 menit saya terbangun dengan keadaan menggigil dasyat dan kerongkongan yang sangat sangat kering beruntung sebelum tidur sempat memasukan 2 liter air ke dalam tenda, sempat ingin pindah ketenda sebelah meninggalkan Aldi yang tidur nyenyak di dalam sleeping bagnya dengan harapan sedikit lebih hangat di dalam tenda dengan 4 orang akan tetapi baru aja buka resleting tenda sedikit hantaman angin yang sangat dingin langsung menyapa, dan rumput yang sangat basah akan membuat kaus kaki atau telapak kaki ini menjadi basah dan menjadikan lebih dingin dari sebelumnya, sekejap langsung mengurungkan niat tersebut.
Sempat melihat aplikasi altimeter di handphone suhu di dalam tenda 3 derajat celcius gak kebayang d luar sana, malam sangat terasa panjang ketika bangun hal yang pertama di lakukan selalu melihat ke jam tangan malam itu waktu seperti berjalan sangat sangat pelan. Untuk kesekian kalinya terbangun sayup sayup saya mendengar suara seseorang menawarkan nasi bungkus, dalam hati berucap Alhamdullilah berarti sudah menjelang subuh walaupun keadaan masih gelap dan jam masih menunjukan pukul 5 lewat. Setelah berhasil terlelap lagi sejenak bayangan sinar matahari membuat saya terbangun ini dia yang di tunggu dari tadi malam, langsung saya keluar tenda dan mencari sinar matahari untuk menghangatkan badan, sinar Matahari kali ini terasa begitu nikmat menyentuh kulit ini.
Setelah berjemur untuk mengembalikan suhu badan, makan, sekitar jam 10 pagi kami langsung beres2 menuju puncak dan turun melewati jalur Cibodas. Kurang lebih sekitar 30 menit kemudian Alhamdullilah kami tiba di puncak Gunung Gede SUBHANALLAH Puncak Gede ini masih mempesona seperti 10 tahun silam.
Setelah puas menikmati Puncak Gunung Gede kami langsung meluncur turun ke bawah tidak lupa untuk mampir di Air Terjun Cibeureum.
Tepat ketika matahari terbenam tiba di Pos Cibodas.
Perkiraan Jarak tempuh Puncak Gn Gede via Gn Putri,
Basecamp – Legok Leunca (1 jam)
Legok Leunca – Buntut Lutung (1,5jam)
Buntut Lutung – Lawang Sekateng (1,5jam)
Lawang Sekateng – Simpang Maleber (1,5jam)
Simpang Maleber – Alun-alun Surya Kencana Timur (1jam)
Alun-alun Surya Kencana – Puncak Gunung Gede (30 menit)
TOTAL = 7 jam. perjalanan mendaki di luar istirahat dan bermalam.
TIPS PENDAKIAN
- Pilihlah hari yang bagus untuk mendaki, usahakan jangan waktu hujan
- Latihan fisik satu atau dua minggu sebelum hari H minimal joging setiap pagi.
- Persiapkan tim dan perlengkapan yang akan dibawa, untuk logistik lebihkan dari jadwal perjalanan.
- Tim yang solid adalah 5-8 orang. Jika sedikit usahakan 3 orang (1 orang minimal sudah punya pengalaman mendaki Gn Gede atau Gunung lain)
- Jangan sepelekan keselamatan. Utamakan menggunakan Sepatu dari pada Sandal. Yang paling penting jangan melanggar peraturan ada baiknya menanyakan hal hal yang di larang di Pos pendaftaran.
- Untuk pendakian Gede-Pangrango kita bisa naik pagi atau malam. Jika pagi bagusnya pukul 10-13. Jika malam 6-7
- Dirikan tenda di tempat yang datar dan usahakan diselimuti pohon atau semak supaya tidak terkena angin gunung langsung
- Jika ada anggota kelompok yang tidak bisa melanjutkan perjalanan sebaiknya ditemani. Atau jika sakit parah langsung beritahu dengan kelompok lain.
Nama: Gunung Gede dan Gunung Pangrango
Ketinggian: Gunung Gede (2.958 mdpl), Gunung Pangrango (3.019 mdpl)
Lokasi: Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat
Letusan terakhir:
Pengelola: Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP)
Alamat: Jl. Raya Cibodas, Cipanas, Cianjur, Jawa Barat 43253, Indonesia
Telp/fax : +62 263 512776
Tel/Fax: +62-263-519415 [booking]
Email: info@gedepangrango.org [office] booking@gedepangrango.org [booking]
Facebook : http://www.facebook.com/bbtngedepangrango
Yotube :
Website: http://gedepangrango.org



















Tidak ada komentar:
Posting Komentar