29 May 2015 bermodalkan tiket promo Garuda Indonesia bersama Bang Oby bertolak dari bandara Soekarno Hatta menuju Padang Sumatra Barat, pesawat landing jam 18.30 setibanya di bandara Mingangkabau Padang setelah mengambil bagasi langsung memesan kopi kios sekitar bandara untuk menunggu 2 kawan lagi Arifian Cenos dan Rendra Fermana yang berbeda jadwal penerbangan, ternyata di kios tersebut sudah ada 2 pendaki yang salah satunya wanita yang berencana mendaki Gunung Kerinci yang juga menunggu rekan2nya sebanyak 30 orang, rupanya kawan itu satu dari Kalimantan dan satunya lagi dari Surabaya salah satu bagian terbaik dari aktifitas pendakian hanya dengan sedikit tegur sapa mudah sekali menjadi pembicaraan yang hangat dan panjang, pesawat kawan yang di rencanakan mendarat pukul 8 malam terkena penundaan hingga akhirnya mendarat jam 10.30, kami langsung bergegas mengingat waktu sudah malam dengan mobil sepupu saya menuju desa Kesik Tuo.
Dalam perjalanan ke kesik tuo ada perubahan rencana, yang awalnya mendaki Gn Kerinci terlebih dahulu baru ke Danau tujuh gunung akhirnya dan di sepakati untuk membaliknya, karena banyaknya pendaki di Gn Kerinci pada saat itu dan untuk menghindari antrian pada saat pendakian hitung hitung pemanasan sebelum ke Gn Kerinci. Tgl 31 May sore hari sudah berada kembali di pos pendakian danau gunung tujuh setelah rehat sejenak dan packing ulang langsung bertolak ke Home stay paiman di Desa Kesik Tuo, seperti yang sudah di perkirakan Homestay Paiman penuh sesak pendaki yang baru turun dari Gn Kerinci beruntung ada satu kamar tersisa. Setelah makan malam disepakati untuk menggunakan jasa porter untuk pendakian kali ini menimbang fisik yang sudah terkuras saat mendaki ke Danau Gunung Tujuh plus tersesat selama 3 jam di sana.
Tepat jam 8 pagi semua sudah bersiap barang2 yang berat seperti tenda dan logistik di titipkan di keril porter sementara barang2 pribadi disatukan di satu keril yang akan di bawa bergantian, tidak lupa membungkus nasi dan lauk pauk untuk makan siang dan malam rencana hanya 2 hari 1 malam melakukan pendakian kali ini praktis hanya sekali masak setelah turun dari puncak. Jam 9.30 setelah mendaftar di pos akhirnya tiba di pintu selamat datang setelah cek list peralatan terakhir ternyata ada beberapa barang yang tertinggal dan stok air yang kurang.
Pendakian
Setelah membereskan masalah2 tersebut dan berdoa bersama akhirnya pendakian di mulai sekitar jam 10.30 beberapa menit kemudian pintu rimba (1800mdpl) terlewati jalan diiringi kicauan burung dan beberapakali teriakan dari siamang menuju Pos 1 atau Pos Bangku Panjang (1909mdpl) praktis setelah melewati pintu rimba kita memasuki hutan heterogen yang sangat rapat sesekali istirahat beberapa menit jalur dari pintu rimba menuju Pos 1 masih sangat2 bersahabat tidak terlalu menanjak hanya beberapa kali di halangi oleh pohon2 yang tumbang dan beberapa genangan lumpur (karena masih musim hujan) yang masih bisa di lalui lewat kanan atau kiri yang sudah mengering atau lebih padat. setelah 30 menit tiba di Pos 1 yang langsung kami lewati menuju Pos 2 atau yang di kenal Pos Batu Lumut (2020mdpl) track pendakian dari Pos 1 menuju Pos 2 tidak ada banyak perubahan relatif landai di sertai beberapa track akar pohon, jarak yang di tempuh sekitar 30 menit sampai di Pos Batu Lumut, istirahat sejenak di pos ini sambil mengisi ulang air di sungai kecil di sebelah kiri.
Perjalanan di lanjutkan menuju Pos 3 atau yang di kenal dengan Pondok Panorama di ketinggian 2250mdpl, track pendakian mulai lebih bervariasi dari tanjakan curam, akar pohon, kubangan lumpur waktu yang di tempuh sekitar 50 menit untuk mencapai Pos 3, setelah sampai karena hari sudah siang dan perut sudah mulai keroncongan diputuskan untuk istirahat, membuka perbekalan nasi bungkus yang sudah di siapkan oleh homestay untuk makan siang, makan sambil di temani oleh sekelompok tupai2 sudah sering terjadi di pos ini menurut sang porter, setelah 30 menit istirahat siap2 untuk melanjutkan perjalanan, saat akan melanjutkan perjalanan hujan mulai menyapa karena ada 2 anggota tim yang tidak membawa jas hujan terpaksa perjalanan di hentikan hingga hampir 1 jam tertahan akhirnya perjalanan di lanjutkan menuju Shelter 1 (2500mdpl)
Sekarang jatahnya saya untuk membawa keril karena habis hujan jalur pendakian menjadi licin ditambah lebih banyak tanjakan curam yang harus memegang akar2 pohon untuk melaluinya cukup menguras tenaga untungnya perut sudah di isi di Pos 3 dan istirahat yang lumayan panjang setelah lebih dari 90 menit akhirnya sampai di Shelter 1 ini adalah batas terendah untuk pendaki jika ingin menginap atau membuka tenda karena sepanjang pintu rimba hingga Shelter 1 adalah jalur perlintasan Harimau, menginap di Shelter 1 pun di larang memasak makanan yang berbau amis guna mengindari hal2 yang tidak di inginkan.
Setelah istirahat sejenak perjalanan di lanjutkan menuju Shelter 2 di ketinggian 2510mdpl jalur menuju shelter 2 tidak banyak berubah seperti dari Pos 3 ke Shelter 1 hanya lebih panjang dan labih banyak tanjakan curam Di lintasan ini sesekali jalan setapaknya terjal sampai kemiringan 45, matahari sudah mulai menghilang ketika kami sampai di Shelter 2 dan di putuskan untuk buka tenda di tempat ini menimbang fisik yang sudah melemah cuaca sudah mendung dan track yang akan di hadapi lumayan tidak bersahabat jika di lalui dalam gelap di tambah hujan dan adanya sumber air di Shelter ini, sesuai perkiraan setelah membuka tenda hujan lebat langsung mengguyur, selesai ngopi dan makan malam serta menyiapkan summit attack langsung istirahat.
Summit Attack
Inilah saat saat yang terberat dalam pendakian "SUMMIT ATTACK" ketika tubuh ini sedang asik beristirahat belum habis melepas kelelahan harus harus di panaskan lagi untuk menuju puncak. Sekitar jam 3 pagi persiapan dan cek list terakhir summit attack di mulai tenda dan perlengkapan lain sengaja di tinggal di Shelter2 mengurangi beban pendakian karena tidak ada rencana untuk bermalam di Shelter 3 praktis hanya satu daypack yang di bawa berisi air dan beberapa snack, setelah makan seadanya tak lama kemudian berdoa perjalanan summit di mulai, jalur yang di lewati sangat2 di luar bayangan "ini jalur air yang sudah ada berpuluh2 tahun mungkin ratusan " dalam batin saya, trowongan yang sangat dalam, jalur semut sehingga beberpa kali harus menyisir di pinggir2 pepohonan dengan pijakan yang sangat sedikit, dalam hati beucap "syukurlah tidak melalui jalur ini dalam keadaan gelap, hujan dan membawa keril"
- foto2 diatas saya ambil saat hendak kembali ke Shelter 2 lihat foto ke2 kedalaman jalur hingga melebihi kepala kawan saya yang sedang melintas di bawahnya.
Pendakian menuju Shelter 3 (3351mdpl) harus di lakukan sangat hati2 jika di lakukan dalam keadaan gelap (malam atau dini hari) pastikan pijakan sudah sangat mantap sebelum melangkah lebih lanjut, dengan penasaran dan sedikit kekonyolan saya membuka sarung tangan dan mencoba memegang dinding jalur air ini ternyata sangat dingin hampir seperti memegang bongkahan es. Tiba di Shelter 3 hari masih gelap setelah istirahat sejenak dan makan beberapa batang coklat perjalanan di lanjutkan menuju Tugu yuda jalur berubah total menjadi bebatuan, tidak lama matahari menyambut kami di tugu yuda keindahan pesona sunrise kerinci memaksa kami untuk berhenti sejenak mengabadikan moment tersebut, matahari mengintip dari balik awan tebal memberikan sedikit kehangatan.
Tugu Yudha, berupa dataran luas terletak persis di bawah puncak gunung kerinci. Tugu Yudha ini sangat terkenal dengan ceritanya. Dari cerita yang saya dengar Ada pendaki bernama Yudha yang mendaki gunung kerinci bersama adiknya. Mereka camp di shelter 3 sebelum ke puncak ketika mau ke puncak ternyata kabut tebal menyelimuti yang membuat jaur tidak kelihatan. Pendaki lain mengingatkan agar menunda pejalanan ke puncak, namun dia tetap ngotot dan nekat menembus kabut tebal tersebut. Hal yang terjadi berikutnya dia hilang bahkan jasadnya tak ditemukan sampai sekarang. Ada yang mengatakan Yudha adalah anak seorang Perwira tinggi TNI. Oleh sebab itu banyak personil TNI yang ikut dalam pencariannya. Namun tetap tidak membuahkan hasil. Untuk mengenang beliau maka tepat di bawah puncak utama kerinci didirikan sebuah tugu yag di beri nama Tugu Yudha. Setiap pendaki kerinci pasti melewati tugu ini bila hendak ke puncak kerinci. selepas benar atau tidaknya cerita tersebut kita doakan saja agar almarhum tenang di alam sana dan diterima Allah SWT amal dan ibadahnya. Amin.
Matahari sudah memancarkan sinarnya dengan sangat terang ketika perjalanan di lanjutkan menuju puncak sudah terlihat sangat jelas jalur yang akan di lalui batu pasir bercampur menjadi satu sangat beruntung semalam hujan sehingga pasir2 di jalur ini menjadi lembab dan tidak mudah di terbangkan oleh angin yang bertiup kencang, saat itu langsung teringat pengalam mendaki Gn Semeru menuju Puncak Mahameru di mana saya hampir putus asa untuk melanjutkan perjalanan di mana setiap satu langkah akan turun lagi setengah langkah ke bawah belajar dari pengalaman tersebut strategi yang sama cocok untuk di terapkan kembali dimana hanya menggunakan langkah2 kecil berjalan perlahan tetapi konstan tiba di batu gantung (batu besar yang memang terkesannya menggantung) semua istirahat sejenak lalu rekan saya memberikan masukan "coba pake strategi gw hitung 20 sampai 50 langkah sesuai kemampuan lalu istirahat sejenak" dalam hati oh ok juga patut di coba, saya coba terapkan strategi tersebut dan ternyata berhasil semenjak batu gantung tidak terlalu jauh ketinggalan. Setelah track pasir terlewati masuk ke jalur bebatuan disini bukan hanya kaki yang berkerja tangan juga harus ikut andil mencengkram bebatuan agar tidak melorot setelah berpijak kalo sudah begini namanya bukan mendaki gunung lagi tapi sudah memanjat gunung hahahaha.....
Akhirnya Alhamdullillah Allahu Akbar, Subhanallah tapak kaki kecil ini meninggalkan jejaknya di atap Sumatra 3805mdpl
Luar biasa ciptaan Allah SWT jika di lihat dari sini makin terasa jika diri ini hanya sebagian kecil sangat kecil dari dunia ini tak lepas mulut dan batin mengucapkan Alhamdullilah bersyukur KepadaNya
Setelah beberapa saat di Puncak datang 1 pendaki lain diiringi oleh seorang guide, pendaki tersebut dateng dari Palu Sulawesi yang memulai pendakian jam 11 malam nonstop dan tiba di puncak sekitar jam 9 Pagi "Can you imagine that" sontak saya bilang "wah gila lo bro sumpah gila tapi salut gw conggrats bro".
Setelah menikmati puncak Kerinci di temani snack yang sengaja di bawa dari Shelter 2 dan sengatan matahari semakin panas tepat pukul 10 perjalanan turun menuju SHelter 2 di mulai, hanya sekitar 30 sudah sampai kembali ke Tugu Yuda sebelum sampai tugu yuda kabut tebal bahkan sangat tebal menghampiri jarak pandang hanya 10 meter, praktis rekan lain tidak terlihat sempat ingin menghentikan langkah karena hal ini yang sering menyebabkan pendaki di Kerinci kehilangan arah dan terperosok ke jurang, beruntung kawan yang sudah sampai Tugu Yuda membawa peluit dan membunyian peluit berulang ulang dengan perlahan mencoba mendekati arah datangnya suara tersebut.
Setelah sampai Shelter 3 dan mengisi ulang air minum (Air di shelter ini adalah sumber air paling bersih dan paling segar di gunung ini) memasuki jalur Shelter 3 menuju Shelter 2 karena fisik yang sudah terkuras sempat tertinggal jauh dari rekan yang lain sehingga langkah ini harus di percepat agar tidak tertinggal lebih jauh lagi, karena kurang perhitungan dan tidak mantapnya pijakan sempat terpeleset kaki kanan tersangkut diatas dan kaki kiri belum menapak di bawah insiden ini mengakibatkan otot paha sedikit tertarik dan menimbulkan rasa nyeri.
Setelah beberapa saat akhirnya tiba di Shelter 2 tempat dimana tenda dan peralatan lain di tinggalkan, tanpa menunggu lebih lama langsung memasuki tenda dan mencoba berbaring sejenak melepas lelah yang akhirnya tanpa di sadari malah terlelap mungkin karena badan ini sudah sangat sangat butuh istirahat. Tak terasa 20 menit berlalu ketika terjaga ternyata makanan dan secangkir kopi sudah tersaji, selesai melahap makanan langsung packing ulang untuk kembali ke bawah.
Waktu menunjukan jam 1 siang ketika semua barang sudah selesai di packing ulang setelah berdoa sejenak agar di beri kelancaran perjalanan kembali ke bawahpun di mulai, setelah melewati beberapa rintangan seperti hujan yang sangat lebat, kaki yang sedikit terkilir, jatuh beberapa kali karena jalur yang sangat licin akibat hujan yang sangat deras Alhamdullilah tiba di pintu rimba tepat dengan menghilangnya sinar matahari.
Sampai di pintu masuk ternyata mobil jemputan dari homestay sudah menunggu tapa menunggu lebih lama Rombongan langsung kembali menuju homestay untuk bersih2 dan mengisi perut yang sudah sangat kelaparan.
- Special Thanks kepada Mas Tumin yang selalu setia menemani saya yang sudah kelelahan dan sedikit cidera dalam perjalan turun
Perkiraan Jarak tempuh Pendakian,
Pintu Rimba - Pos 1 (30 Menit)
Pos 1 - Pos 2 (30 Menit)
Pos 2 - Pos 3 (45 Menit)
Pos 3 - Shelter 1 (90 Menit)
Shelter 1 - Shelter 2 (2-3 Jam)
Shelter 2 - SHelter 3 (2 Jam)
Shelter 3 - Puncak (2-3 Jam)
TOTAL = Kurang Lebih 10-11 jam, perjalanan mendaki di luar istirahat dan bermalam.













Tidak ada komentar:
Posting Komentar