Menurut Wiki Danau Gunung Tujuh merupakan Danau yang terletak di Kabupaten Kerinci, Jambi. tepatnya di Desa Pelompek, Kecamatan Kayu Aro. Danau ini berada di kawasan Gunung Tujuh, sebuah gunung yang berada tepat di belakang Gunung Kerinci. Gunung Tujuh masih termasuk dalam wilayah Taman Nasional Kerinci Seblat yang merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO. Bagi pendaki gunung, Kerinci mungkin menjadi tujuan utama karena gunung tersebut merupakan gunung aktif tertinggi di Indonesia [3805 mdpl], namun bagi wisatawan yang ingin sekedar menikmati keindahan alam Kabupaten Kerinci, Danau Gunung Tujuh bisa menjadi pertimbangan sebagai tujuan wisata. selain memiliki panorama alam yang menakjubkan, jalur yang dilalui juga jauh lebih mudah daripada Gunung Kerinci. Danau Gunung Tujuh juga merupakan salah satu Danau tertinggi di Indonesia, Danau ini berada di ketinggian 1.950 meter di atas permukaan laut.
Sesuai namanya danau ini dikelilingi oleh tujuh gunung, yaitu Gunung Hulu Tebo (2.525 mdpl), Gunung Hulu Sangir (2.330 mdpl), Gunung Madura Besi (2.418 mdpl), Gunung Lumut yang ditumbuhi berbagai jenis Lumut (2.350 mdpl), Gunung Selasih (2.230 mdpl), Gunung Jar Panggang (2.469 mdpl), dan Gunung Tujuh itu sendiri (2.735 mdpl). Di beberapa gunung ini terdapat sumber air, yang menyebabkan air di danau ini tidak pernah habis.
Bagi Pendaki yang ingin ke Gunung Kerinci Danau Gunung Tujuh ini merupakan BONUS yang bisa dibilang sebagai pelengkap dari pendakian Kerinci sendiri, biasanya setelah mendaki Gunung Kerinci hampir semua pendaki menyempatkan diri mengunjungi Danau di ketinggian 1950 meter diatas permukaan laut ini, Begitu juga Saya dan kawan2 dalam trip ke Gunung Kerinci kemarin tapi bedanya Kami membalik kebiasaan yang ada, pada umumnya Mendaki Gunung Kerinci terlebih dahulu baru ke Danau Gunung Tujuh, nah pada kesempatan kali ini di karenakan bertepatan dengan Long weekends dan ramainya pendakian di Gunung Kerinci untuk menghindari antrian dan susahnya mendapatkan tempat untuk membuka tenda di Gunung Kerinci Saya dan kawan kawan memutuskan untuk mengunjungi Danau Gunung Tujuh terlebih dahulu dan anggap aja sebagai pemanasan sebelum mendaki Gunung Kerinci.
Sekitar jam 6 pagi setelah melewati perjalanan 7 jam dari Bandara Minangkabau Padang akhirnya tiba di pos pendakian Gunung Tujuh setelah registrasi kami kembali ke pertigaan di bawah untuk membeli logistik dan sarapan dan tidak lupa membungkus beberapa untuk perbekalan atau makan siang di atas mengingat menurut informasi perjalanan dari Pos registrasi hanya membutuhkan 3 jam sampai ke Danau.
Untuk mencapai jalur pendakian ke Danau banyak simpangan menuju ladang penduduk yang kadang membingungkan para pendaki yang baru pertama kali ke Danau ini karena sangat minimnya bahkan hampir tidak ada petunjuk jaur pendakian. Setelah memutuskan hanya akan membawa 2 keril berisi tenda, jaket dan peralatan pribadi serta satu keril lagi berisi logistik yang akan di bawa bergantian berangkatlah kami berempat melintasi pintu gerbang selamat datang, Semenjak melewati Gerbang Pendakian kami selalu di ikuti oleh seekor anjing kampung yang seolah olah ingin menemani sepanjang pendakian, setelah jalan beberapa lama langkah kaki kami terhenti di simpang jembatan karena tidak ada petunjuk sama sekali dan di sebrang jembatan ada bangunan mirip Pos yang sudah hancur akhirnya kami memutuskan untuk melewati jembatan tesebut. 3 jam telah berlalu melewati beberapa bukit dan ladang penduduk tibalah di sebuah ladang kentang yang sedang di panen oleh beberapa petani, TERNYATA kami telah TERSESAT jauh dari jalur pendakian, setelah di tunjukan jalan akhirnya berhasil kembali ke jalur pendakian yang tidak jauh dari jembatan yang telah di lewati sebelumnya.
Istirahat sejenak menikmati susasana setelah tersasar
Matahari sudah berada tepat diatas kepala ketika kembali ke jalur pendakian yang benar, karena perut sudah mulai keroncongan terpaksa bekal yang di niatkan untuk dimakan di pinggir Danau dibuka dipinggir sungai kecil ini. Perut telah terisi dan tenaga telah pulih kembali perjalananpun di lanjutkan, dan sialnya kali ini kami kembali tersesat akan tetapi untungnya kali ini tidak terlalu jauh setelah menyadari track yang mulai tertutup ilalang dengan terpaksa kembali menuju simpang sebelumnya, memilih jalur sebelah kiri dan akhirnya menemukan Pintu Rimba, sebelum pintu rimba baru ada tanda arah pendakian.
Pendakian menuju Danau Gunung Tujuh
Tak banyak yang bisa di ceritakan dari jalur pendakian di sini hanya jalur jalur akar pohon bercampur tanah dan beberapa pohon tumbang hingga ke puncak dengan kemiringan bervariasi antara 25 hingga 45 derajat karena hanya membutuhkan waktu kurang lebih 3 jam sampai ke puncak tidak ada Pos permanen di sepanjang jalur hanya shelter shelter kecil untuk beristirahat sejenak, memang sangat sangat tidak di sarankan untuk membuka tenda dan menginap di sepanjang jalur pendakian karena jarak tempuh yang singkat menuju puncak jauhnya sumber air dan masih banyaknya binatang2 liar di sepanjang jalur.
di pertengahan jalan kami di suguhi atraksi koor dari siamang siamang liar
Puncaknya pun hanya sebesar lapangan bulutangkis yang di hiasi beberapa pohon tumbang karena Danau sudah didepan mata diambillah jeda istirahat yang cukup lama sambil memasak beberapa bungkus mie instan dan ngobrol dengan pendaki lain, dari sini untuk mencapai danau Kami harus melalui jalur menurun yang sangat terjal mungkin hingga 65 derajat selama kurang lebih 15 menit. Setelah melewati jalur yang sempat membuat geleng2 kepala ini sempat terfikir "besok harus melewati jalur ini lagi dengan cara menanjak...... Ok lah" Setelah berjalan kurang lebih 15 menit sampailah di tepi danau "SUBHANALLAH" begitu indah ciptaan ALLAH SWT ini.
Setelah makan malam yang sebagian di berikan ke Molly, udara di sekitar danau sangatlah dingin dan angin yang bertiup kencang praktis tidak ada kegiatan yang dapat di lakukan di luar tenda, molly pun tampak kebingungan mencari spot hangat di luar sana akhirnya kami membiarkan dia memasuki pelataran tenda guna melindunginya dari terpaan angin yang sangat dingin, saya pun yang ngobrol sambil tidur2an akhirnya terlelap.
Keesokan harinya setelah membersihkan badan (lagi lagi gak berani mandi) sambil menikmati susana Danau di temani secangkir kopi dan menggambil bebrapa foto, Molly terlihat asik tidur di belakang tenda mengindari sengatan matahari mungkin dia mempersiapkan diri untuk perjalanan pulang.
Tak banyak kegiatan yang bisa di lakukan disini selain Berenang dan menikmati pemandangan, tidak seperti di Danau Segara Anak yang ikannya besar besar Danau disini hanya berisi ikan2 kecil seukuran ibu jari, dan ntah kenapa danau ini di nobatkan sebagai danau tertinggi di Asia Tenggara padahal Danau Segara Anak (2008mdpl) lebih tinggi dari danau ini.
Selepas tengah hari kamipun siap siap untuk kembali menuju ke Pos Registrasi dan melanjutkan perjalanan ke Gunung Kerinci.
Selepas tengah hari kamipun siap siap untuk kembali menuju ke Pos Registrasi dan melanjutkan perjalanan ke Gunung Kerinci.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar